Selasa, 29 Januari 2013

POTENSI BESAR


POTENSI PERHIASAN INDONESIA DI JEPANG CUKUP BESAR

Tokyo, 26/1 (ANTARA) - Indonesia memiliki potensi yang cukup besar di bidang perhiasan dan bahkan di Jepang akan dapat bersaing dengan negara yang dikenal sebagai produksi mutiara terbesar di dunia itu, namun Indonesia perlu banyak belajar mengenai kemasan dari Jepang.

"Pemerintah menyadari semakin banyak desainer dan pengrajin perhiasan yang ikut dalam berbagai pameran yang diadakan di luar negeri, khususnya Jepang akan membantu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan tenaga kerja," ujar Wakil Dubes RI di Tokyo Minister, Jonny Sinaga kepada ANTARA, Jumat siang.

Jonny Sinaga mengemukakan hal itu di sela-sela melakukan kunjungan ke Paviliun Indonesia yang mengusung Remarkable Indonesia dengan sentuhan Kalimantan dalam pameran perhiasan Tokyo Internasional Jewellry sejak 22 Januari lalu di Gedung Tokyo Big sight, Tokyo Jepang.

"Jepang sangat memperhatikan kemasan dan juga "finishing touch", karena itu bila saja produksi perhiasan dari para pengusaha dan pengrajin bisa ditingkatkan diharapkan akan dapat menyerap tenaga kerja," katanya.

Ia menegaskan bahwa sudah menjadi komitmen dari pemerintah untuk membantu para pengrajin dan desainer perhiasan dalam mempertahankan dan mengembangkan berbagai produknya, bukan saja pengusaha yang datang dan ikut berpameran tetapi juga pengusaha lainnya yang ada di Tanah Air.

Selain itu, para pengrajin dan desainer yang ikut dalam pameran kali ini tentunya dapat melihat langsung potensi dari negara lain dan menyaksikan sendiri perkembangan dari dunia perhiasan dunia yang akan memberikan dampak posirif kepada pemerintah.

Ia mengakui desain perhiasan Indonesia tidak kalah dengan negara lainnya, hanya saja kemasan produk yang harus perlu diperhatikan. "Cara kemasan berbagai produk Indonesia termasuk perhiasan masih kalah dengan Jepang," ujarnya.

Pemerintah berusaha mencoba mencari jalan keluar dengan mengadakan pelatihan untuk pengusaha kecil agar kemasan berbagai produknya lebih menarik dan pada akhirnya akan meningkatkan penjualan mereka.

Di Jepang terdapat pelatihan khusus dalam hal kemasan, cara mengemas yang menarik bisa meningkatkan daya tarik orang untuk mau membeli barang.

Ia mengatakan hampir di setiap tempat di stasiun kereta api maupun bandara terlihat berbagai macam kemasan yang menarik yang membuat orang untuk datang membeli barang dan belum tentu mereka butuhkan.

Menurut Jonny Sinaga, masyarakat Jepang menyadari potensi yang dimiliki Indonesia dan kalau saja dikembangkan dan dikemas dengan baik maka hasilnya akan luar biasa, sementara banyak pengusaha Jepang mau membantu dalam pelatihan khususnya di bidang kemasan.

Sementara itu, Atase Perdagangan Julia Silalahi mengakui bahwa pangsa pasar perhiasan Indonesia di Jepang memang sangat potensi sekali.

Namun, para pengrajin dan desainer perhiasan juga perlu memperhatikan "after sales service" dan tetap menjalin hubungan dengan para pembeli.

Kehadiran Indonesia dalam pameran perhiasan terbesar di dunia yang diikuti sekitar 1.050 peserta dari 30 negara berlangsung itu untuk kedelapan kalinya selama 24 tahun.

Setiap tahun, jumlah pengrajin yang mengikuti pameran terus bertambah, di antaranya ada beberapa yang baru pertama kali mengikuti pameran seperti Manik Cantik.

Manik Cantik yang menggunakan bahan batok kelapa menjadi perhiasan yang cantik dan menarik di tangan Indah Susilanasari serta biji-bijian dari pohon palem dipadukan dengan batu batuan dari tanah air.

Banyak bahan-bahan dari alam seperti tanduk dan keramik dengan dikombinasi dengan perak asal menjadi perhiasan yang cantik dan menarik bahkan kulit ikan pari dan buaya dibalut dengan perak menjadi gelang yang menarik.

Indah Susilanasari mengatakan gelang yang terbuat dari bahan ikan pari serta kulit ulat dibalut silver dijual seharga Rp500 ribu, begitupun kalung dengan bahan buah-buahan yang telah dikeringkan dipadukan batok kelapa lagu seharga Rp700 ribu.

"Saya baru pertama kali mengikuti pameran di Tokyo," ujar Indah yang memiliki bengkel di Bogor dan hanya membawa sekitar 100 pieses perhiasan, tapi dirinya melihat pangsa pasar di Jepang cukup bagus.

Ia mengakui budaya orang Jepang dari kesan pertama biasanya senang melihat berbagai perhiasan dan akan kembali bila memang mereka sangat tertarik.

Manik Cantik yang hanya mempunyai dua outlet di Alun2 Indonesia di Grand Plaza Indonesia dan Lippo Kemang dalam waktu dekat akan mengikuti pameran di Indonesia Fashion Week serta Ina Craf.

Ia juga sering diundang oleh kementerian perdagangan dan ITPC dan juga berbagai perwakilan untuk memperkenalkan kerajinan perhiasan Indonesia yang unik. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E011/C/E011) 26-01-2013 05:36:41

Tidak ada komentar: