Minggu, 12 Juni 2016

AL JAZHIR

ALJAZAIR DAN INDONESIA BERSEPAKAT BENTUK FORUM BISNIS
            Oleh Zeynita Gibbons

      London, 30/5 (Antara) - Indonesia dan Aljazair bersepakat membentuk forum bisnis guna meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara itu.
           Hal itu mengemuka dalam pertemuan Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah dengan Menteri Perdagangan Aljazair Bakhti Belaib di Kantor Kementerian Perdagangan Aljazair, kata Pelaksana Fungsi Pensosbud Sekretaris II KBRI Aljazair Darmia Dimu kepada Antara London, Senin.
           Dalam pertemuan itu, lanjut Darmia Dimu, Indonesia dan Aljazair berharap forum bisnis tersebut dapat menjadi fasilitator yang menghubungkan para pelaku bisnis dari kedua negara untuk meningkatkan volume transaksi perdagangan.
           Kepada Dubes RI untuk Aljazair, Menteri Perdagangan Bakhti Belaib menjanjikan melalui pembentukan "business council" dapat mendorong kerja sama lebih erat di bidang bisnis perdagangan, termasuk sektor tekstil, mebel, dan hasil pertanian, serta usaha kecil dan menengah.
           "Kami melihat banyak hal yang bisa dikerjasamakan. Pembentukan (forum bisnis) ini saya yakin akan meningkatkan nilai perdagangan kita yang saat ini terhitung kurang ekstensif, padahal potensi menuju ke sana cukup besar," kata Belaib.
           Sementara itu, Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah menyambut baik rencana pembentukan forum bisnis tersebut.
           Safira Machrusah menilai Aljazair memiliki potensi besar untuk menjadi partner bisnis penting Indonesia di Afrika Utara.
           "Aljazair merupakan salah satu negara penting di Afrika Utara. Dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah dan jumlah penduduk yang besar, Aljazair dapat menjadi pasar yang besar sekaligus sebagai pintu masuk produk indonesia ke Benua Afrika," kata Safira.
           Menteri Bakhti Belaib menambahkan bahwa pembentukan "business council" itu bertepatan dengan momen program diversifikasi ekonomi yang tengah giat digenjot oleh negara Afrika Utara tersebut.
           Program diversifikasi ekonomi digulirkan pemerintah Aljazair guna mengurangi ketergantungan pada sektor energi seiring dengan menurunnya harga minyak dunia.
           Untuk itu, pihaknya meminta menindaklanjuti rencana tersebut segera. "Jika memungkinkan, gagasan ini sudah dapat terwujud sebelum Oktober mendatang," katanya.
           Menurut Belaib, pemilihan waktu sebelum Oktober 2016, selain mengejar program diversifikasi ekonomi pemerintahnya, juga mengingat Indonesia akan menggelar dua "event" besar pada bulan tersebut, yakni Trade Expo Indonesia (Oktober 2016) di Jakarta dan Pameran Indonesia Terpadu di Ibu Kota Alger (November 2016).
           Belaib mengharapkan agar pembentukan forum bisnis sebelum kedua pameran tersebut digelar dapat membantu mengoptimalkan transaksi bisnis yang terjadi antara pengusaha kedua negara tersebut.
           Ia berjanji akan mengirimkan delegasi pengusaha Aljazair untuk berpartisipasi pada pameran TEI di Jakarta.
   
Kemudahan Penyelenggaraan Pameran

      Menyinggung soal Pameran Indonesia Terpadu di Alger, Belaib berjanji akan memberi berbagai kemudahan bagi penyelenggaraan ajang tersebut.

           Pengusaha Indonesia yang berminat menanamkan investasi di negaranya, kata dia, pihaknya akan memberikan perlakuan khusus. Misalnya, Kementerian Perdagangan Aljazair akan membantu mempermudah perizinan serta memberikan pendampingan bagi pengusaha Indonesia yang berminat investasi di negara kaya minyak tersebut.
           Di lain pihak, lanjut dia, negaranya akan mengirimkan permintaan khusus kepada kepala daerah tempat lokasi investor Indonesia menanamkan modalnya agar mendapatkan keleluasaan.
           Ia menjelaskan bahwa pemberian fasilitas itu karena Indonesia memiliki hubungan historis yang cukup dekat dan menganggap Indonesia sebagai saudara tua bangsa Aljazair.
           Bagi Indonesia, kata Darmia Dimu, kerja sama itu dianggap cukup strategis. Tidak hanya dalam meningkatkan volume perdagangan dengan Aljazair, tetapi juga dalam memasarkan produk tanah air ke pasar Afrika. Apalagi, Aljazair memiliki peran dan posisi strategis sebagai pintu masuk ke Afrika.
           Sebagai salah satu negara berpengaruh di kawasan Afrika, kata Darmia, Aljazair merupakan negara penyangga bagi negara-negara lain di sekitarnya.
           Ia mengatakan bahwa produk dalam negeri maupun hasil impor Aljazair selama ini kerap untuk menyuplai kebutuhan negara-negara tetangga, seperti Maroko, Mauritania, Tunisia, Mali, dan Libya.
           Selama 2015, misalnya, total perdagangan RI-Aljazair sebesar 555,95 juta dolar AS yang terdiri atas ekspor Indonesia ke Aljazair sebesar 220,388 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Aljazair mencapai 335,565 juta dolar AS.
           Meski demikian, RI selalu mengalami defisit akibat tingginya nilai impor migas.
           Ia lantas menyebutkan beberapa komoditas ekspor Indonesia, antara lain, kopi, rempah-rempah, tekstil, garmen, dan mebel pada umumnya masuk ke Aljazair melalui negara ketiga di Eropa atau Timur Tengah.
           Ditargetkan dalam jangka pendek terjadi peningkatan nilai dan volume perdagangan sebesar 30 persen dari total tahun 2015.
    ***3***
(T.H-ZG/C/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 30-05-2016 07:31:34

Tidak ada komentar: