Selasa, 14 Juni 2016

NORWEGIA

INDONESIA DALAM RADAR UTAMA PEBISNIS NORWEGIA
     Zeynita Gibbons

       London,8/6 (Antara) - Indonesia menempati radar utama dalam bisnis dan investasi Norwegia ke mancanegara, terkait sangat terbukanya  peluang bagi perusahaan Norwegia memperluas bisnisnya di Indonesia.

           Hal ini mengemuka dalam dialog bisnis bertema "An Indonesian Business Discussion" yang digagas KBRI Oslo dan  dibuka  Kuasa Usaha ad interim KBRI Oslo, Heru Prayitno mewakili Dubes RI untuk Norwegia, Yuwono A. Putranto, demikian Sekretaris Pertama/ PF Ekonomi KBRI Oslo, Hartyo Harkomoyo, kepada Antara London, Rabu.
             Duta Khusus Indonesia untuk Perdagangan dan Investasi, Sony Subrata membahas peluang dan tantangan yang dihadapi Indonesia bersama  wakil dari 13 perusahaan papan atas Norwegia di bidang kemaritiman, perkapalan, perikanan, energi baru dan terbarukan, transportasi energi, infrastruktur, eksplorasi migas dan pupuk.
           Hadir dalam diskusi wakil dari Kementerian Luar Negeri Norwegia, Innovation Norway (Lembaga Promosi Inovasi dan Investasi Norwegia) dan Unit Khusus Bank Sentral Norwegia yang mengelola Dana Minyak.

          Secara umum, wakil dunia usaha Norwegia mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, khususnya  meningkatkan iklim bisnis dan investasi.      
     Pemerintah Indonesia diminta untuk terus memperkuat penegakan hukum, kepastian regulasi dan pembangunan infrastruktur bagi dunia usaha. Upaya pemberantasan korupsi perlu terus dikedepankan.

          Perusahaan Norwegia yang hadir pada acara ini sangat relevan dengan program  pembangunan Pemerintah Indonesia yang memprioritaskan pengembangan infrastuktur di bidang energi, kemaritiman dan perikanan.
          Di antara perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia, sangat antusias memperluas bisnisnya. Sedangkan beberapa yang belum, menyatakan lama melirik Indonesia.
          Diskusi  diakui menjadi forum yang tepat dalam memberikan update mengenai perkembangan terkini di tanah air dan dialog untuk memberikan masukan bagi perbaikan kebijakan dan regulasi bagi Pemerintah.
             Kegiatan yang diselenggarakan  KBRI Oslo  merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Menlu RI dengan Menlu Norwegia di Jakarta, pada tanggal 30 Mei lalu. Dalam pertemuan  kedua Menlu sepakat meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.
          Keduanya  sepakat menempatkan kerja sama kemaritiman, perikanan dan energi sebagai bidang-bidang prioritas.
    Sementara itu, kunjungan Duta Khusus Sony Subrata merupakan bagian dari kelanjutan lawatan Presiden RI Joko Widodo ke Eropa beberapa waktu yang lalu.
         Presiden Jokowi menginginkan upaya  untuk menarik  investor dari negara-negara Nordic, termasuk Norwegia.
         Dalam kesempatan terpisah, Dubes Yuwono menyampaikan , kegiatan KBRI Oslo seperti ini merupakan salah satu bentuk diplomasi ekonomi dimana Perwakilan RI harus berkontribusi dalam memperkuat kerja sama di berbagai bidang, menarik ekspertise dan keunggulan dari negara akreditasi untuk pembangunan Indonesia.
         Norwegia merupakan salah satu negara di wilayah Nordik yang memiliki teknologi maju di bidang budidaya perikanan, eksplorasi minyak, energi baru dan terbarukan serta kemaritiman.
          Norwegia juga memiliki Dana Minyak terbesar di dunia yang nilainya pada saat ini sekitar 900 milyar dolar AS.  Dana ini diinvestasikan ke luar negeri dalam bentuk fixed income, government bond dan real estate.
           Di Indonesia, Norwegia menginvestasikan Dana Minyaknya sekitar  tiga milyar dolar AS.  Kedua negara memiliki Kemitraan Dinamis dan Komisi Bersama mengenai Kerja sama Bilateral untuk memajukan kerja sama di berbagai bidang.
          RI-Norwegia juga memiliki mekanisme dialog diantaranya di bidang energi, HAM dan kebijakan keamanan.

    ***3***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 08-06-2016 05:40:17

Tidak ada komentar: