Kamis, 24 Mei 2018

RUSIA

ASEAN DAN RUSIA SEPAKAT PERKUAT KERJASAMA BERANTAS TERORISME  
     
Zeynita Gibbons

     London,19/5 (Antara) - Indonesia dan negara anggota ASEAN tidak bisa bekerja sendiri melawan terorisme, perlu kerjasama dan strategi yang komprehensif dalam melawan terorisme dan kampanye penyebaran ketakutan kepada teroris.
         Hal itu disampaikan Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kemenlu Benny YP Siahaan mewakili Ketua Senior Officials¿ Meeting Indonesia pada Pertemuan Ke-15 ASEAN-Russia Senior Officials¿ Meeting (ARSOM) di Moskow, Rusia.
          Kepada Antara London Benny YP Siahaan, Sabtu mengatakan pada pertemuan ini, negara anggota ASEAN dan Rusia menyampaikan bela sungkawa kepada Indonesia atas aksi terorisme yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Aksi teror menjadi pertanda ancaman terorisme di kawasan masih nyata,  penanggulangannya memerlukan kerja sama intensif antarnegara termasuk ASEAN-Rusia.
          ¿Indonesia sangat menghargai komitmen Rusia dalam kerja sama pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional lainnya melalui berbagai mekanisme kerja sama ASEAN,¿ ujar Benny.
        Dikatakannya baik ASEAN maupun Rusia perlu meningkatkan saling berbagi serta mempelajari best-practices dan pengalaman satu sama lain dalam memberantas terorisme. Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan violent extremism. Peningkatan kehadiran suara moderat di media sosial, dialog atau kegiatan dengan kelompok pemuda, perempuan, dan masyarakat perlu ditingkatkan Pemerintah mencegah tumbuhnya paham radikal di masyarakat dan membangun  kewaspadaan atas ancaman teror.
         Pada pertemuan juga dibahas berbagai isu terkait kemitraan  ASEAN-Rusia seperti perdagangan dan investasi, enerji, konektifitas transportasi, pertanian, penanggulangan bencana, pendidikan dan pertukaran budaya serta perkembangan kerja sama politik dan keamanan ASEAN-Rusia di kawasan termasuk perkembangan konsep Indo-Pasifik.
          Posisi Asia Tenggara berada di poros Indo-Pasifik menjadi jembatan penghubung antar negara besar sehingga kawasan Indo-Pasifik tidak menjadi arena persaingan merugikan. Untuk itu, ASEAN dan Rusia perlu meningkatkan sinergi dalam kerja sama Indo-Pasifik yang inklusif, terbuka, transparan, dan menghormati hukum internasional untuk menjaga perdamaian  melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN (ASEAN led-mechanisms).
         Dalam tanggapannya, Rusia sebagai salah satu Mitra Wicara ASEAN menyatakan dukungan terhadap sentralitas ASEAN di kawasan dan berharap pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik dapat menampung masukannya.
          Dalam pembahasan ekonomi, Pertemuan mencatat nilai perdagangan, investasi, dan pariwisata kedua pihak perlu ditingkatkan. Nilai perdagangan ASEAN-Russia  tahun 2016 tercatat sekitar 12 miliar dolar AS atau 0,5%, dari total perdagangan ASEAN. Ini mencerminkan potensi perdagangan kedua pihak perlu ditingkatkan.
         Pada kesempatan ini, Indonesia  menyampaikan kesiapannya  menjadi country coordinator kerja sama ASEAN-Rusia selama tiga tahun ke depan sampai 2021. Serah terima posisi dari Laos ke Indonesia akan dilakukan pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Rusia yang  diadakan Agustus mendatang di Singapura. Indonesia berkomitmen mendorong peningkatan kerja sama konkret antara ASEAN dan Rusia selama masa koordinasinya.

         Pertemuan Ke-15 ARSOM merupakan pertemuan tahunan yang menjadi mekanisme dialog tingkat pejabat tinggi ASEAN dengan Rusia. Kerja sama ASEAN dan Rusia dimulai sejak 1992 dan Rusia menjadi Mitra Wicara ASEAN pada 1996. Pada KTT Peringatan 20 Tahun Kerja Sama ASEAN-Rusia di Sochi tahun 2016, kedua pihak sepakat  meningkatkan kerja sama dalam upaya menuju kemitraan strategis ASEAN-Rusia. (ZG)*****2***+

Tidak ada komentar: