Kamis, 30 April 2009

HAKIM AGUNG DI HAMBURG

HAKIM AGUNG HADIRI ICC DI HAMBURG

London, 30/4 (ANTARA) - Hakim Agung RI Syamsul Ma'arif menghadiri konperensi internasional ke 14 "International Conference on Competition (ICC)" yang diadakan Badan Pengawas Persaingan Usaha Jerman (Bundeskartellamt) di Hotel Grand Elyssee, Hamburg.

Konferensi yang pertama kali diselenggarakan tahun 1980 itu mengangkat tema yang berhubungan dengan penyelesaian perselisihan hukum di bidang politik, bisnis dalam organisasi internasional, demikian keterangan KJRI Hamburg yang diterima Antara London, Kamis.

Dalam konferensi yang bertajuk "Dominasi bisnis oleh kelompok perusahaan tertentu menurut hukum", delegasi RI diketuai Hakim Agung Indonesia, Syamsul Ma'arif, yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI. Syamsul hadir bersama beberapa anggota KPPU.

Menurut Hakim Agung, partisipasi Indonesia dalam konferensi tersebut sangat penting untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru guna pengembangan hukum persaingan usaha di Indonesia.

Selain itu juga untuk menjalin kerjasama dan memperoleh masukan-masukan berharga mengenai praktik penyelesaian sengketa akibat dominasi suatu kelompok perusahaan.

Selama di Hamburg, Hakim Agung Syamsul Ma'arif juga mengadakan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Wisma Indonesia Hamburg.

Dalam acara tersebut hadir sekitar 50 undangan yang terdiri atas staf KJRI, Dharma Wanita Persatuan, pemuka masyarakat Indonesia, wakil organisasi masyarakat serta Ketua Lembaga Persahabatan Indonesia Jerman dan pengusaha Indonesia di wilayah kerja KJRI Hamburg.

Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan keadaan masyarakat Indonesia di Hamburg sekaligus memperkenalkan pengurus organisasi masyarakat antara lain Indonesian Islamic Centre (IIC), Persekutuan Kristen Indonesia (PERKI) dan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jerman (DIG) serta para pengusaha.

Dalam kesempatan itu Syamsul Ma'arif menyatakan harapannya agar masyarakat Indonesia di luar negeri juga menyampaikan informasi dan usulan bagi kepentingan negara Indonesia.

Selain itu ia juga memaparkan mengenai situasi dan keadaan ekonomi, politik dan ketaatan hukum di Indonesia saat ini.

Dikatakannya, ekonomi Indonesia masih lebih baik daripada negara-negara lainnya karena masih positif bertumbuh.

Dari segi politik, Syamsul Ma'arif menyampaikan keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan pemilu legislatif yang demokratis. Hal tersebut dibenarkan Ketua DIG Hamburg, Karen Stadtlander.

Menurut Stadtlander, Jerman membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tingkat demokrasi yang berhasil ditunjukkan oleh Indonesia pada pemilu kemarin.

Hakim Agung berpesan untuk menerapkan budaya taat hukum sejak dini guna pembentukan kepribadian insani Indonesia. (U-ZG) ***3***




(T.H-ZG/B/P004/P004) 30-04-2009 07:16:03

1 komentar:

Anonim mengatakan...

berkunjung, rsi sakinah mojokerto jatim indonesia