Senin, 29 Juni 2009

JERMAN AKUI PERAN PENTING INDONESIA

JERMAN AKUI PERAN PENTING INDONESIA DI ASIA

London, 30/6 (ANTARA) - Dirjen Asia Pasifik Kemlu Jerman, Dubes Hans Henning Blomeyer-Bartenstein mengakui peranan penting Indonesia di kawasan Asia Tenggara, antara lain dalam mewujudkan ASEAN "community" serta mendorong pembentukan mekanisme perlindungan HAM dan demokratisasi.

Hal itu disampaikannya kepada delegasi pertemuan "Policy Planning Consultation" (PPC) Indonesia-Jerman, demikian penjelasan dari KBRI Berlin yang diterima koresponden ANTARA London, Selasa.

Dubes Artauli R.M.P. Tobing, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Deplu, didampingi Dubes RI di Berlin, Eddy Pratomo, memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan PPC Indonesia-Jerman tersebut.

Pada kesempatan itu, Kepala BPPK mengadakan pertemuan dengan Dirjen Asia Pasifik Kemlu Jerman, "Policy Planning Division" Kemlu Jerman, dan beberapa lembaga "think-tank" terkemuka Jerman yaitu "German Council on Foreign Relations" (DGAP), "German Institute for International and Security Affairs" (SWP), dan "Friedrich Naumann Stiftung" (FNS).

Pada pertemuan-pertemuan tersebut, telah dibahas isu-isu bilateral dan global serta kerja sama dibidang demokratisasi.

Pertemuan PPC RI-Jerman ini merupakan pertemuan yang pertama kali dilaksanakan dan mendapat sambutan positif dari pihak Jerman.

Kepala BPPK Deplu menyampaikan berbagai perkembangan dalam negeri Indonesia, antara lain pelaksanaan pemilu legislatif dan persiapan Pemilu Presiden pada 8 Juli mendatang, serta perkembangan politik dan ekonomi di kawasan ASEAN.

Dalam pertemuan PPC tersebut, dibahas masalah bilateral yang dipimpin Dubes Eddy Pratomo mencakup berbagai isu antara lain "draft parthnership and cooperation agreement" RI-EU, larangan terbang maskapai nasional Indonesia ke UE.

Selain itu, juga rencana kunjungan tingkat tinggi (kepala pemerintahan), pembentukan forum bilateral RI-Jerman, perjanjian bebas visa pemegang paspor diplomatik, penjajakan kerja sama pendirian Universitas/Institut Kelautan, tindak lanjut "World Ocean Conference" dan rencana pembentukan "Forum for Interfaith Dialogue".

Pada Pertemuan Kepala BPPK dengan "Head of Policy Planning Division" Kemlu Jerman, Dr. Markus Ederer, kedua pihak membahas kebijakan luar negeri Jerman, krisis ekonomi global, perubahan iklim, terorisme, dan "energy and food security".

Dr. Markus Ederer menjelaskan, sebagaimana Indonesia yang menempatkan ASEAN sebagai "first corner stone" politik luar negeri-nya, Jerman menempatkan Uni Eropa dan Amerika Serikat merupakan "corner stone" utama dari kebijakan luar negeri Jerman.

Sementara itu, dalam menghadapi krisis keuangan global, Jerman mengeluarkan sejumlah kebijakan dalam rangka merangsang pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mencegah kenaikan angka pengangguran.

Pertemuan dengan tiga lembaga "think-tank" di Jerman, membahas perkembangan-perkembangan di kawasan regional dan internasional serta kemungkinan untuk menjalin kerja sama dalam melakukan pelatihan bagi "policy planners" dan "capacity building" di masa mendatang.

Lembaga-lembaga "think-tank" Jerman tersebut, terlihat antusias dalam mengetahui kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini dan semakin memahami peran penting Indonesia, baik dalam lingkup bilateral maupun regional.

Dalam kesempatan itu, Friedrich Naumann Stiftung menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan dukungan kepada Indonesia dalam upaya pemajuan demokrasi dan HAM, sementara itu DGAP menyatakan keinginannya untuk mengadakan seminar/"round table discussion" di Indonesia dalam waktu dekat. ***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/C004/C004) 30-06-2009 10:20:20

Tidak ada komentar: