Selasa, 24 Februari 2009

KOPI ANALISA DNA

PEMETAAN KOPI INDONESIA MELALUI ANALISA DNA

London, 24/2 (ANTARA) - Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember (PPKK) menjanjaki kemungkinan dilakukannya pemetaan kopi Indonesia melalui analisa DNA yang dilakukan Prof. Giorgio Graziosi dari Universitas Trieste.

Untuk itu, PPKK menjalin kerjasama dengan Prof. Giorgio Graziosi dari Universitas Trieste yang menemukan metode analisa ini setelah melakukan penelitian selama 15 tahun, demikian Dr. Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma kepada koresponden Antara London, Selasa.

Dikatakannya, keinginan PPKK ini juga dilandasi oleh upaya melakukan pemetaan jenis kopi Indonesia sesuai spesifik wilayah yang berbasis kandungan DNA.

Dengan demikian, dalam perdagangan kopi Indonesia tidak bisa dipalsukan dan juga diharapkan akan dapat meningkatkan posisi tawar dalam perdagangan dunia khususnya untuk kopi yang punya cita rasa khas.

Saat ini, baru kopi jenis Arabica yang memungkinkan diketahui DNA-nya sementara untuk jenis kopi Robusta relatif masih sulit dilakukan mengingat jenis Robusta mempunyai sifat penyerbukan silang, sementara kopi Arabica melakukan penyerbukan sendiri.

Sebagai realisasi dari kerjasama ini, pada April mendatang akan datang peneliti PPKK Dr. Retno Hulupi ke Universitas Trieste untuk mengadakan penelitian selama tiga bulan tentang DNA kopi Arabika Indonesia.

Kepala Bagian Penelitian, Dr. Soetanto Abdoellah dan juga Dr. Surip Mawardi, Peneliti Utama PPKK yang melakukan kunjungan ke Universitas Trieste untuk membahas segala sesuatunya dan sekaligus membahas kemungkinan menjadikan PPKK sebagai pusat penyedia jasa analisa DNA kopi hasil penemuan Prof. Graziosi untuk wilayah Asia Tenggara dengan melalui proses kerjasama (lisensi).

PPKK Jember nantinya akan menjadi perwakilan dari perusahaan "DNA Analytica" yang merupakan payung yang menyediakan jasa analisa DNA Kopi Arabika bentukan dari Universitas Trieste bekerjasama dengan pengusaha swasta kopi Trieste.

Dalam kunjungan Kepala Bagian Penelitian, Dr. Soetanto Abdoellah dan Dr. Surip Mawardi, Peneliti Utama PPKK didampingi Dr. Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma ini juga dibicarakan langkah ke depan untuk merealisasikan kerjasama ini.

Dalam pembicaraan dan diskusi juga disampaikan sertifikasi jenis kopi yang diperdagangkan tidak saja berdasarkan uji fisik dan cita rasa dan senyawa kimia serta proses budidayanya saja, tetapi bisa jadi pembeli kopi menginginkan sertifikasi berdasarkan uji DNA yang lebih valid dan sulit untuk dimanipulasi., Dr. Erizal Sodikin. ***2***U-ZG/(T.H-ZG/B/M012/M012) 24-02-2009 22:55:50

Tidak ada komentar: