Jumat, 16 Oktober 2009

DUBES: INGGRIS BERI PERHATIAN BESAR PADA INDONESIA

DUBES: INGGRIS BERI PERHATIAN BESAR PADA INDONESIA

London, 16/10 (ANTARA) - Dubes RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Yuri Thamrin mengatakan Pemerintah Inggris menaruh perhatian yang besar pada korban bencana alam Gempa yag terjadi di Sumatra Barat.

"Baru saja mendengar ada bencana, mereka langsung menawarkan bantuannya," ujar Dubes RI Yuri Thamrin disela sela acara perpisahan dan perkenalan dengan Atase Pertahanan RI yang baru di gedung KBRI London, Kamis malam.

Acara perpisahan dengan Atase Pertahanan Kolonel Agung Risdhianto dan Keluarga digantikan Kolonel Nurchahyanto, berlangsung sederhana dan meriah.

Dalam acara yang dihadiri Ny Sandra Thamrin, perwakilan dari Bank Indonesia dan BNI 46 serta wakil masyarakat itu juga dilangsungkan perpisahan dengan staf Administrasi KBRI London Achmad Djaelani dan keluarga yang mengakhiri tugasnya.

Lebih lanjut Dubes mengatakan RAPID-UK, organisasi non pemerintah yang membantu penyelamatan dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana langsung menawarkan bantuan.

RAPID-UK (Rescue And Preparedness In Disasters) adalah lembaga swadaya masyarakat yang anggotanya adalah para relawan yang memiliki ketrampilan yang dibentuk tahun 1996 guna memenuhi meningkatnya kebutuhan internasional yang khusus tim penyelamat perkotaan.

Menurut Dubes, perwakilan Indonesia di luar negeri bertugas salah satunya adalah menjalin jejaring dengan organisasi diantanya yang menangani bencana alam seperti RAPID UK.

Selain itu salah satu keluarga kerajaan Duke of Gloucester, yang menjadi pembina dari berbagai organisasi sosial juga menyatakan keprihatinannya dan menawarkan bantuan, ujar Dubes.

"Saya meliat perhatian orang Inggris pada Indonesia sangat tinggi dari respon mereka yang cepat tidak saja dari kalangan masyarakat tetapi juga pemerintah," ujarnya.
Bantuan tidak saja bersifat finansial dari masyarakat tetapi juga berbagai macam seperti bantuan penanganan bencana dengan mengirimkan tenaga ahlinya.

Menurut Dubes, perlu diakui Inggris mempunyai tenaga ahli di bidang penanganan bencana alam, untuk itu kerjasama perlu terus dijalin, apalagi mereka ingin menawarkan bantuan berupa pelatihan untuk menangani bencana alam.

Semua itu ditawarkan dengan cuma cuma karena anggaran dari masyarakat dan bersedia melatih tenaga anggota badan penanganan bencana alam ataupun Pramuka.

Diakuinya perhatian masyarakat cukup tinggi dan bahkan media masa Inggris juga menyiarkan berita mengenai bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Dari keterangan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Pemerintah Inggris memberikan tambahan bantuan kepada korban selamat bencana gempa di Sumatra sehingga total bantuan menjadi tiga juta poundsterling.

Penambahan dana bantuan itu merupakan tambahan atas pemberian bantuan sebelumnya sebesar 500.000 poundsterling kepada Palang Merah di Sumatra.

Inggris juga menempatkan 63 anggota tim penyelamat dan pencari dari Inggris di Padang sebagai bagian dari operasi pencarian dan penyelamatan.

Selain bantuan pengiriman sarana untuk penampungan darurat dan alat penjernih air, tempat penampungan, toilet darurat kepada keluarga di wilayah Padang.

Inggris juga membantu melindungi Indonesia dalam menghadapi bencana lain di masa mendatang.

Department for International Development (DFID) Inggris bersama Bank Dunia sepakat merelokasi dana sebesar 1,1 juta dollar AS untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur di beberapa area yang terkena gempa.

***5***
(U-ZG)


(T.H-ZG/B/A033/A033) 16-10-2009 09:06:56

Tidak ada komentar: