Jumat, 16 Oktober 2009

KERJASAMA PERTAHANAN INDONESIA-INGGRIS BERLANGSUNG HARMONIS

KERJASAMA PERTAHANAN INDONESIA-INGGRIS BERLANGSUNG HARMONIS

London, 16/10 (ANTARA) - Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI (KBRI) untuk Kerajaan Inggris, Kolonel Agung Risdhianto mengatakan, kerja sama pertahanan Indonesia dengan Inggris berlangsung harmonis, bahkan Indonesia mendapat banyak bantuan dalam berbagai hal.

Hal itu disampaikan Kolonel Agung Risdhianto kepada koresponden Antara London dalam perpisahan yang berlangsung di Gedung KBRI London, Kamis malam (waku setempat).

Perpisahan dihadiri Dubes RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Yuri Thamrin. Kolonel Agung mengakhiri masa tugas dan akan kembali ke Tanah Air, digantikan Kolonel Kolonel Nurchahyanto sebagai Atase Pertahanan RI KBRI London.

Kolonel Agung, tamatan dari Cranfield University 1995 yang meraih MDA (Master of Defence Administration) itu, juga berhasil menyelesaikan studi di RCDS (Royal College of Defence Studies) tahun 2008, Defence Study term 2.

Dia mengatakan, tugas pokoknya selama di Inggris adalah memelihara hubungan antara TNI dengan angkatan bersenjata Inggris yang disebut dengan British Defend atau UK Defend.

Dikatakannya, dalam memelihara hubungan itu, banyak terkait dengan kunjungan pejabat kedua belah pihak, latihan bersama dan juga pendidikan bagi anggota Lemhanas dan TNI.

"Sebagai Atase Pertahanan KBRI London, saya memfasilitasi berbagai kegiatan dan dukungan kedua negara," ujar Kolonel Agung yang hobi membaca dan olah raga, seperti olah raga belah diri dan mendengarkan musik jazz, country dan oriental-degung.

Menurut Kolonel Agung, kerjasama yang nyata dalam dukungan dan bantuan bagi suku cadang bagi pesawat tempur yang dimiliki oleh TNI dan membutuhkan pengantian suku cadang.

Selain itu, terkait dengan kunjungan pejabat Indonesia, khususnya dari Departemen Pertahanan ke Inggris. Hal itu membutuhkan kemampuan berkomunikasi agar tugas utama TNI tercapai.

Kolonel Agung yang menyukai program televisi BBC news, Aljazeera, Channel-4, mengatakan bahwa sesama kolega dengan atase pertahanan negara lain, seperti Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO yang ada di Inggris perlu terus dibina.

Hal ini perlu dilakukan bila sewaktu-waktu Indonesia membutuhkan dukungan mereka. "Saya pernah dikritisi oleh kolega yang menyebutkan bahwa Indonesia melakukan pelanggaran hak azasi manusia," ujarnya menambahkan, untuk itu pihaknya perlu menjelaskan kepada mereka.

Dikatakannya, selama masa tugasnya Kolonel Agung juga sering mengikuti berbagai seminar dan konperensi yang bila ada pertanyaan mengenai berita keamanan di Tanah Air dapat segera diluruskan.

"Jangan sampai ada berita yang memojokan TNI," ujar penyuka film kolossal, spy dan horror ini.

Selain itu, sebagai Atase Pertahanan, Kolonel Agung juga menjalin kerjasama dengan para pelajar Indonesia di Inggris guna membantu tugas-tugas inteligen yang tidak mungkin dilakukannya.

Penyuka buku "What is in the queens hand bag," ini mengatakan bahwa tugas pertahanan bukan hanya tugas atase pertahanan, tetapi juga semua komponen masyarakat.

Kontribusi dalam memberikan informasi yang diberikan para pelajar dan masyarakat akan sangat membantu, seperti seringnya demostransi yang digelar kelompok yang menamakan Papua Merdeka di depan Gedung KBRI London.

"Mereka itu memang bukan ancaman, tapi paling tidak info semacam ini sangat penting," kata Kolonel Agung Risdhianto. ***5*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/S023/S023) 16-10-2009 08:43:58

Tidak ada komentar: