Rabu, 08 Mei 2013

KANG JJ


KISAH PENJELAJAH JEFFREY POLNAJA KEJUTKAN BIKERS KANADA

London, 28/4 (Antara) - Kisah perjalanan Jeffrey Polnaja, yang seorang diri menjelajah dunia menggunakan sepeda motor dan telah mengarungi 77 negara, mengejutkan ratusan bikers dalam acara bertajuk "The Horizons Unlimited Adventure Evening" di Kanada.

Dalam surat elektronik yang diterima Antara di London, Minggu, petualang yang akrab disapa Kang JJ itu menceritakan pahit-getir perjalanan panjang dengan berbagai rintangan, namun dia bisa tetap "survive" mengatasi keadaan.

"Kisah-kisah dramatis, termasuk saat seorang diri berhasil selamat dari ancaman terkaman beruang hutan, mengejutkan ratusan bikers penjelajah dunia yang hadir," uangkap Jeffrey.

Ia menyampaikan presentasi kisah perjalanan "Ride for Peace" (RFP) yang tengah dijalaninya itu di Holeshot Motorsport di British Columbia, Langley, Kanada.

"Saya menjadi satu-satunya petualang motor dari Asia yang pernah tampil di acara tersebut. 'It's good to have an end to journey toward, but it is the journey that matters in the end,'" kata Kang JJ.

Menurut dia, sekitar 100 penjelajah motor besar Kanada yang memenuhi ruangan Holeshot Motorsport dengan antusias mendengarkan presentasi Ride For Peace yang singgah di Vancouver setelah menjelajah Eropa dan sebagian Asia sejak bulan lalu.

Jeffry akan melanjutkan perjalanan menuju Amerika Serikat dan menembus Amerika Selatan. Namun cuaca di Kanada masih belum menentu, dan salju tebal menutup sebagian besar rute yang akan dilalui.

Dia menjadi pusat perhatian dan bintang pada acara yang dimulai sore hingga malam hari itu. Kang JJ mengungkapkan kisah penjelajahan RFP seorang diri menggunakan sepeda motor dan telah mengunjungi 77 negara.

Kisah penjelajahan yang dramatis itu mampu memukau dan memikat perhatian hadirin, karena hampir seluruhnya pernah merasakan pengalaman menjelajah negeri orang dengan sepeda motor.

Mereka terpaku di tempat duduknya sepanjang presentasi dan tanya jawab yang dilakukan dengan bantuan visual/photo dan film pendek. "Emosi para bikers penjelajah seolah terbawa, mereka seakan merasakan pahit getir perjalanan yang saya alami tersebut," ujar Kang JJ.

Ada kalanya mereka terperangah, ketika mendengar cerita menjelajahi medan off road di Siberia sejauh 1.450 kilometer dalam sehari dan upaya untuk 'survivel' di berbagai kesulitan.

Saat Jeffrey menceritakan pengalaman beberapa tahun silam ketika dirinya terancam oleh seekor beruang hutan di Bhutan, ada yang tertawa lucu, walau banyak juga yang terheran-heran karena sang petualang bisa selamat.

Namun para bikers juga merasa sedih manakala Jeffrey harus kehilangan sepeda motor BMW R-1150-GS Adventure ketika diparkir di depan hotel di dekat kantor polisi di Amsterdam, Belanda, Mei 2012.

Sepeda motor tesebut sangat besar artinya dan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi dirinya, namun Jeffrey tak bisa terus menyesali kehilangan BMW tersebut pada misi keliling dunia keduanya ini.

Ketika mendengar cerita motor dicuri di Amsterdam, semua sedih. Mereka juga terperanjat ketika mengetahui musibah saat ditabrak mobil di tengah gurun Baluchistan, hingga motor tersebut rusak dan terseok-seok jalannya. Musibah saat diserempet truk tronton di Kazakhstan melengkapi suka-duka perjalanan panjangnya.

Kehadiran Kang JJ dalam acara tersebut memenuhi undangan dari Grant dan Susan Johnson, pendiri organisasi jelajah dunia "Horizons Unlimited". Organisasi bagi para penjelajah dunia ini beranggotakan ratusan ribu petualang bermotor dari berbagai penjuru dunia.

Dalam sambutannya, Grant Johnson mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran Kang JJ. Bagi keduanya, pertemuan itu merupakan yang pertama setelah selama tujuh tahun berkomunikasi melalui surat elektronik.

Horizons Unlimited yang dibentuk sejak tahun 1997 bertujuan untuk menginspirasi, memberi informasi dan memperkuat koneksi antarpenjelajah bermotor di seluruh dunia. Setiap tahun mereka mengadakan beberapa pertemuan rutin di berbagai negara.

Grant Johnson juga menyatakan sangat ingin menjelajah Indonesia dengan sepeda motor. Dia mengaku pernah mengunjungi Indonesia, namun dalam kesempatan liburan dan aktivitas menyelam di Bunaken dan Bali.

Selain bercerita pengalaman, Jeffrey juga sempat memberikan kejutan kepada para bikers dengan menyuguhkan sajian makanan khas Indonesia, lemper. Penganan dari ketan berisi daging itu merupakan sumbangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Vancouver.

"Ini lucu. Mungkin karena senang dengan rasanya, ada bikers yang diam-diam mengantongi lima lemper sekaligus. Malah ada yang mengira lemper dimakan berikut daun pisang pembungkusnya," ujar Jeffrey diselingi tawa. "Untung Grant Johnson memberi pengarahan agar daun pisang (pembungkus) tidak ikut dimakan."
Bagi Jeffrey berbicara di tengah publik seperti di kesempatan tersebut memiliki arti tersendiri bagi Indonesia. Melalui kesempatan itu dia bisa ikut memperkenalkan pariwisata Indonesia di mancanegara.

Ketika diperlihatkan peta Indonesia, mereka jadi ingin tahu banyaknya pulau di tanah air kita, dan ingin lebih mengetahui segala keindahan alam yang tidak bisa ditemukan di negerinya, demikian Kang JJ. (ZG)
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 28-04-2013 10:52:28

Tidak ada komentar: