Selasa, 19 Juni 2012

TATARSTAN


INVESTOR TATARSTAN BERMINAT TANAMKAN MODAL DI INDONESIA

          London, 19/6 (ANTARA) - Ketua PBNU, KH. Said Aqil Siradj berhasil menggaet investor Rusia untuk menanamkan modalnya di Indonesia khususnya dalam bisnis pertambangan.

        Hal itu terungkap dalam pertemuannya dengan Dewan Mufti Rusia dan ditandatanganinya Letter of Intent (LoI), demikian keterangan yang diterima dari Penanggungjawab Fungsi Pensosbud BRI Moskow, M. Aji Surya di London, Selasa.

        Dalam acara makan malam di Tatarstan, delegasi NU dipimpin Kyai Said Aqil sedangkan  tim negara bagian Tatarstan diketuai Kepala Kantor Hubungan Luar Negeri, Iskander Muflikhanov.

        Sebelumnya pengusaha Arief Budiman Sukmawira menandatangani LoI bersama mitranya Ramil Mavlyutov, pimpinan Tatarstan Trade House (TTH) disaksikan Kyai Aqil Siradj.

        Ke dua belah pihak sepakat untuk segera mendetailkan kerjasama di bidang tambang di Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama.

        Pengusaha Tatarstan akan berkunjung ke Indonesia Juli mendatang guna melihat beberapa lokasi tambang yang ditawarkan serta membicarakan rencana pembelian helikopter angkut serta peralatan berat yang terkait dengan penambangan yang diproduksi di Kazan.

        Selain itu, beberapa kerja sama lain seperti sektor telekomunikasi saat ini sedang dalam penjajagan lebih lanjut. Bahkan, kini NU telah menunjuk beberapa orang Rusia untuk melicinkan bisnis dengan Rusia.

        Dalam waktu kurang dari satu tahun, bila semua lancar, maka kerja sama riil NU-Rusia ini kemungkinan akan menggelinding.

        Sebelum pendandatangan LoI, rombongan Ketua PBNU yang didampingi M. Aji Surya, Penanggungjawab Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, bertemu dengan Presiden Tatarstan, Rustam Minikhanov di kantor kepresidenan.

        Dalam kesempatan itu, Presiden Rustam menyimak konsep NU yang mengedepankan persaudaraan, persatuan bangsa, toleransi dan anti kekerasan.

        Diskusi tersebut menggarisbawahi pentingnya kerjasama di bidang pendidikan, kebudayaan dan ekonomi.

        "Kerja sama bidang ekonomi antara muslim Indonesia dan Rusia harus segera diawali. NU melalui asosiasi pengusahanya siap pro aktif,  sambutan di Rusia luar biasa," ujar KH. Said Aqil Siradj.

        Sehari sebelumnya  delegasi NU bertemu dengan Dubes RI Moskow, Djauhari Oratmangun, pengusaha muslim Moskow dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dewan Mufti Rusia (DMR). MoU tersebut merupakan payung bagi kerja sama bidang kebudayaan, sosial dan ekonomi antara PBNU dan DMR.

        Sebagai langkah awal, ke dua belah pihak akan mengirimkan wakilnya dalam musabaqah tilawatil Quran (MTQ) NU di Pontianak, awal Juli  dan MTQ internasional di Moskow September. NU siap memberikan lima beasiswa bagi muslim Rusia, kata Marsyudi Syuhud, Sekjen NU.

        Dubes RI Moskow menyambut gembira perkembangan positif yang menurutnya, kerjasama dengan 25 juta muslim Rusia harusnya dimulai sejak lama karena potensinya yang sangat besar.

        "Selain NU, saya ingin mengundang Muhammadiyah dan organisasi lain untuk meningkatkan people-to-people contact dengan Rusia agar dapat manfaat sebesarnya," katanya.

    ***2***
(ZG)
(T.H-ZG/C/S004/S004) 19-06-2012 12:03:56

                

Tidak ada komentar: